Mengetahui Ciri-Ciri Modus Scam Dengan Kedok Pinjaman Online

Di era internet sebagaimana  saat ini tak hanya belanja saja yang bisa dilakukan secara online tetapi juga mengajukan kredit untuk memperoleh dana segar. Penyelenggara fasilitas peminjaman uang secara online ini adalah Fintech atau lembaga keuangan online Financial Technology. Metode ini memang menarik perhatian karena praktis dan tak perlu prosedur berbelit untuk memperoleh pinjaman.

Sayangnya kemudahan ini kerap menjadi modus penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab. Tak sedikit terjadi kasus penggelapan uang milik nasabah dari bank tertentu yang mengatasnamakan suatu lembaga kredit. Produk yang ditawarkan untuk menarik minat calon nasabah adalah  KTA atau Kredit Tanpa Agunan yang merupakan pinjaman dana cepat cair atau kredit tanpa agunan.

Ciri-ciri modus penipuan yang mengatasnamakan lembaga perkreditan online

Agar tak menjadi korban para penipu ini pengguna internet juga harus waspada dan jeli mengamati ciri-ciri modus penipuan dengan kedok kredit online. Inilah 5 ciri-ciri yang harus diperhatikan dan dikenali sebaik mungkin sebagaimana yang dilansir oleh HaloMoney.co.id, yaitu website tentang perbandingan serta pengajuan produk keuangan.

Penawaran tampak dipaksakan

Saat hendak mengajukan kredit cepat secara online tentu yang bersangkutan sebelumnya ingin mengetahui dengan detail tentang produk agen slot pulsa yang mereka sediakan. Anda harus jeli pada saat ini dengan mengamati tingkah laku pemberi pinjaman. Lembaga keuangan scam umumnya tak akan memberi penjelasan dengan detail tentang produk kredit yang mereka sediakan. Selain itu saat follow up calon nasabah akan dipaksa untuk menjadi peminjam dengan sikap yang berlebihan.

Menggunakan email tidak resmi

Masih saat  follow up, kreditur resmi akan menelpon Anda atau mengirimkan email resmi perusahaan. Hal ini tak akan Anda temui pada lembaga perkreditan abal-abal. Alih-alih memberikan email resmi, mereka justru memberikan alamat email pribadi. Untuk mengetahui apakah email yang dikirimkan tersebut resmi atau tidak, perhatikan alamat tersebut apakah berupa email pribadi atau email yang mencantumkan nama perusahaan. Contohnya, xxxxx@gmail dan bukannya  xxxx@yahoo

Syarat yang sangat mudah

Syarat yang mutlak harus dipenuhi untuk memperoleh pinjaman dana segar baik di bank atau lembaga keuangan resmi lainnya adalah mempunyai reputasi utang yang baik dan bersih. Salah satu penyebab ditolaknya pengajuan calon peminjam untuk memperoleh kredit adalah mempunyai riwayat hutang yang buruk.

Lembaga keuangan resmi akan memeriksa riwayat utang tersebut dengan melakkan BI checking atau mengakses SID (Sistem Informasi Debitur). Sebaliknya, pada kreditur yang mempunyai niat untuk mengeruk dana Anda tak akan mempedulikan riwayat hutang peminjam. Inilah yang seringkali menjadi iming-iming sehingga banyak pengguna internet yang terjerat menjadi korban.

Meminta uang administrasi dengan jumlah tak masuk akal   

Dengan alasan mempercepat proses administrasi agar pinjaman cepat cair para kreditur abal-abal ini nantinya akan meminta uang muka. Tentu saja peminjam akan dikenai biaya administrasi saat meminjam uang pada lembaga keuangan resmi, tetapi jumlahnya rasional sebagai ongkos mengganti materei dan lain-lain. Anda sebaiknya waspada bila kreditur incaran meminta Anda membayar biaya administrasi lebih dari 1 juta rupiah karena itu pasti penipuan. Logikanya orang yang tengah membutuhkan uang seharusnya  tak dimintai uang, bukan?

Meminta password

Jangan pernah memberikan password atau PIN perbankan Anda kepada orang lain walaupun alasannya untuk melengkapi data debitur. Pada tahap awal umumnya pihak kreditur hanya meminta nama, alamat email, serta nomor ponsel. Perlu diketahui bahwa password perbankan atau pin adalah data pribadi dan sama sekali tak boleh diberitahukan kepada orang lain bahkan bank itu sendiri.